Langsung ke konten utama

Manajemen Pemikiran (2)

Pertumbuhan mesti disertai dengan perkembangan. Jika tingkah laku tidak sesuai dengan kapasitas umur, mungkin ada gangguan, mungkin gangguan jiwa. 
Di awal memasuki sebuah perguruan tinggi, terkadang memang susah untuk meninggalkan sikap lama yang menghinggapi jiwa masing-masing manusia di Sekolah Menengah Atas. 
Yang mengganggu penglihatan saya, di usia perguruan tinggi ini, masih ada sikap-sikap tidak karuan yang menghinggapi mahasiswa-mahasiswi ini, misalnya:
1. Moral
2. Berteriak-teriak tidak karuan
3. Gaya Lebai
4. Manja 
5. Terlalu manis

Tahukah anda, ketika saya mengetik kata "LEBAI" pada blog saya (Google Indonesia), terdapat garis bawah merah pada tulisan tersebut. Artinya ejaan tersebut salah (atau mungkin tidak ada?). Mungkin tidak ada kata "Lebai" di Indonesia (silahkan cek di KBBI). Jadi hal itu bukan merupakan sikap yang mesti ada di Indonesia.
Tiap hari saya melihat teman-teman sejawat, sekampus, adik kelas, terutama gadis-gadis. Kadang mereka berteriak tidak karuan, manja-manja dengan gaya-gaya "emo" di mana-mana. Jika berfoto maka kakinya ditekuk kedalam. Saya tidak benar-benar suka dengan hal itu.

Mungkin ada pertanyaan, mengapa ada mengurusi mereka, kan mereka punya hak, terserah mereka dong. 
Jawaban saya "Terserah anda". 
Saya mengungkapkan pendapat ini bukan tidak mungkin akan dikomentari oleh yang bersangkuta (tersinggung?). Tapi saya tidak berharap (tidak terlalu berharap) akan komentar. Saya pun bisa mengelak "ya terserah saya juga dong, mau berkomentar tentang mereka, atau tidak."

Komentar