Langsung ke konten utama

Perawatan Luka

Cara perawatan pada luka terbuka
• Persiapkan Alat yaitu:
- Larutan steril yaitu NaCl 0,9 % yang dapat dibeli di apotik terdekat atau air yang telah direbus dalam suhu 100oC 10 menit dan ditiriskan
- Sarung tangan steril yang dapat dibeli di apotik terdekat atau jika tidak ada maka cuci tangan yang bersih dengan sabun
- Set balutan steril (pinset anatomis 2 buah dan pinset cirurgis 1 buah, kom kecil 1 buah)
- Kantong kresek untuk sampah
- Plester
- Gunting
- Jarum suntik 10 cc 1 buah
• Tindakan perawatan luka
- Pertama cuci tangan yang bersih dengan menggunakan sabun
- Atur posisi klien dengan nyaman
- Dekatkan peralatan
- Tuangkan larutan steril ke dalam kom kecil lalu ambil larutan dengan jarum suntik
- Taruh baskom untuk menampung air dibawah area luka
- Pasang sarung tangan steril
- Ambil jarum suntik yang telah diisi larutan steril lalu semprotkan secara perlahan kea rah luka, ulangi hingga cairan yang mengalir kedalam baskom jernih
- Jika tidak memakai jarum suntik maka masukanlah kasssa steril ke dalam larutan steril lalu peras kassa dengan menggunakan pinset hingga kassa menjadi lembab lalu bersihkan luka dengan kassa tersebut dari arah luka ke daerah sekitar luka, dan jangan menekan luka terlalu keras karena akan menimbulkan pendarahan.lakukan hal tersebut sampai luka menjadi bersih.
- Keringkan tepi-tepi luka dengan kassa steril
- Tutup dengan kassa steril
- Lepas dan buang sarung tangan ke kantung kresek
- Fiksasi balutan dengan pelster yang telah dipotong –potong
- Cuci tangan
- Posisikan pasien ke posisi semula
- Alt bekas pakai/ set balutan dicuci dengan sabun di air mengalir lalu di rebus dalam suhu 100oC selama 10 menit dan semua alat habis pakai masukan ke dalam kantung kresek sampah.




Luka Bakar Ringan

Dalam kasus luka bakar, ada 3 (tiga) derajat luka bakar berdasarkan tingkat keparahannya. Derajat paling awal yaitu luka bakar ringan, dimana sebagian epidermis (bagian teratas kulit) terbakar dalam kadar yang cukup ringan. Biasanya luka bakar ringan disebabkan oleh terkena panas matahari berlebihan, tersentuh benda panas misalnya setrika atau panci/wajan panas, tersiram air panas, atau kena bahan kimia yang bersifat korosif.
Gejala luka bakar ringan adalah kulit memerah, ada pembengkakan, dan pada beberapa kasus, bisa menyebabkan demam dan sakit kepala.
Walaupun tergolong ringan, luka bakar ringan tetap harus dirawat dengan baik. Berikut adalah langkah-langkah perawatan luka bakar ringan :
  • Dinginkan luka bakar dengan air dingin yang mengalir secara terus menerus selama 15 menit. Hal ini bisa dilakukan dengan meletakkan bagian yang mengalami luka bakar di bawah kran dengan air yang terus mengalir, atau rendam dalam bak mandi atau ember yang berisi air dingin. Tindakan ini berguna untuk mencegah atau mengurangi bengkak yang disebabkan oleh kerusakan jaringan serta mencegah kerusakan merembet ke lapisan kulit yang lebih dalam.
  • Jangan meletakkan es secara langsung pada luka bakar, karena dapat menyebabkan frosbite, yaitu cedera atau kematian sel karena membeku.
  • Jangan mengoleskan apapun ke kulit yang mengalami luka bakar sebelum anda melakukan tindakan diatas. Mengoleskan pasta gigi atau mentega bukanlah tindakan yang tepat, bahkan akan memicu munculnya infeksi.
  • Setelah luka bakar dingin, oleskan lotion yang mengandung aloe vera atau vitamin E. Hal ini bertujuan untuk mencegah kulit menjadi kering atau rusak.
  • Bila perlu anda dapat menutup kulit yang mengalami luka bakar dengan kasa steril yang mengandung antibiotik  ( Sofratulle atau Daryantulle) dan plester. Tindakan ini dapat mencegah terjadinya infeksi dan juga mengurangi nyeri akibat luka bakar bersentuhan dengan udara atau pakaian.
  • Selain kasa steril yg mengandung antibiotik anda juga bisa mengoleskan krim antibiotik contohnya Bioplacenton ke luka bakar untuk mencegah infeksi.
  • Untuk mengurangi rasa nyeri atau demam minumlah pereda nyeri seperti paracetamol atau aspirin.
  • Setelah luka bakar sembuh untuk mengurangi bekas luka dapat menggunakan mederma gel yang bisa di beli di apotik-apotik terdeka



   PERAWATAN LUKA DIABETIK
Tujuan :
  • Mengurangi atau menghilangkan faktor penyebab
  • Optimalisasi lingk luka dalam kondisi lembab
  • Support the host (nutrisi, kontrol DM dan faktr penyerta)
  • Tingkatkan edukasi pada klien dan keluarga
Perawatan Luka Diabetik
1)    Mencuci luka,  untuk meningkatkan, memperbaiki dan
mempercepat proses penyembuhan luka serta kemung
kinan terjadinya infeksi.
Proses pencucian bertujuan untuk : membuang jaringan
Nekrotik, cairan luka yg berlebihan,sisa metabolik tubuh
sisa balutan yang digunakan. Cairan yang terbaik yang
non toksik dalam penyembuhan luka (NaCl 0,9%).
  • H2O2, larutan hipoklorit : utk membersihkan jaringan nekroses/slough
  • Cairan antiseptik/provine iodine : utk luka terinfeksi
2)   Debridemen
Dengan membuang jaringan nekrosis/slough pada luka. Secara alami dalam keadaan lembab tubuh akan membuang sendiri jaringan nekrosis/slough yang menempel pada luka (peristiwa autolysis)
3)   Perawatan kulit disekitar luka
Penggunaan Zinc-oxide salep cukup efektif dipakai untuk melindungi kulit disekitar luka dari cairan/eksudat yang keluar berlebihan.
4)   Pemilihan jenis balutan
Tujuan :
  • Dapat mempertahankan lingkungan luka dlm keadaan lembab
  • Mempercepat proses penyembuhan hingga 50%
  • Absorbsi eksudat/cairan luka yg keluar berlebihan
  • Membuang jaringan nekrosis
Jenis Balutan/topikal therapy (occlusive dressing)
  • Absorbent dressing : dapat menyerap jumlah cairan yang banyak, homeostatis tubuh jika perdarahan, barier terhadap kontaminasi pseudomonas (calcium alginate)
  • Hidroactive gel : jenis topikal terapi untuk membantu proses peluruhan jaringan nekrotik oleh tubuh sendiri  (duoderm gel)
  • Tabur Gula : untuk menarik cairan/pus
  • Tabur metronidazol  : untuk menghilangkan bau
Untuk jenis balutan ini tergantung dari bagian masing masing sesuai dengan hasil penelitiannya
C.  EVALUASI PERAWATAN LUKA
Jika 4 – 6 minggu perawatan tidak menunjukkan adanya
progresifitas penyembuhan, maka yang harus dilakukan
adalah :
  • Pengkajian ulang klien secara menyeluruh
  • Penilaian keadaan luka dg pengukuran yang obyektif
  • Penilaian penyebab gagalnya proses penyembuhan yang sering terjadi : kesalahan menetapkan etiologi penyakit, tdk adekwatnya mengontrol edemaakibat kesalahan kompresi atau banyaknya cairan luka /eksudat yang merusak sekitar luka.










    Komentar